Jenggot Sunah untuk dipelihara di dalam Islam


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Apa kabar Saudara-saudari ku se-iman dan se Tanah Air? Semoga kita selalu tetap diberikan kesehat dan kelimpahan Rezeki oleh Allah S.W.T. Kali ini penulis kembali ingin membagikan seputar Sunah-sunah yang diajarkan Nabi kita yaitu Nabi Muhammad Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam.  

Dalam ajaran Islam, sunah Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam  menjadi panduan bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satu sunah yang sering kali diabaikan adalah memelihara jenggot, suatu amalan yang memiliki landasan kuat dalam hadis-hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah. Mari kita merenung dan memahami kisah memelihara jenggot sesuai sunah Rasulullah.

Salah satu hadis yang paling terkenal dan menjadi dasar utama dalam memelihara jenggot adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

"Potonglah misai (kumis) dan biarkanlah jenggot tumbuh. Bedakanlah diri kalian dengan orang-orang musyrik."

Hadis ini menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah bagian dari tata cara beribadah dan membedakan umat Islam dari praktik-praktik musyrik.


1. Kisah Sunah Memelihara Jenggot dari Hadijah Radhiyallahu ‘anha

Hadijah Radhiyallahu ‘anha, istri pertama Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam, adalah seseorang yang memahami dan mencintai sunah-sunah Rasulullah. Suatu hari, dia menyadari betapa pentingnya memelihara jenggot sesuai dengan petunjuk Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Dengan tulus, Hadijah mendukung dan mendorong Rasulullah dalam melaksanakan sunah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah S.W.T


2. Kesabaran Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dalam Memelihara Jenggot

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang setia, menjalani hidupnya dengan penuh kesabaran dan ketaatan terhadap ajaran Rasulullah. Beliau dengan tekun memelihara jenggotnya, menunjukkan bahwa kesabaran adalah kunci dalam menaati sunah Rasulullah. Kisah Abu Hurairah mengajarkan kita arti pengorbanan untuk mendekatkan diri kepada Allah.


3. Hikmah di Balik Nasehat Rasulullah pada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma

Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam memberikan nasehat kepada Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma tentang memotong misai (kumis) dan memelihara jenggot. Abdullah bin Umar, sebagai seorang pemuda yang taat, segera mematuhi petunjuk Rasulullah meskipun ia masih muda. Kisah ini menunjukkan bahwa memelihara jenggot bukanlah kewajiban hanya bagi kalangan tua, melainkan untuk seluruh umat Islam.


4. Pentingnya Menjaga Kebersihan Jenggot: Pelajaran dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang melayani Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam selama bertahun-tahun, menekankan pentingnya menjaga kebersihan jenggot. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat melayani Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam  dan bagaimana beliau selalu menjaga kebersihan jenggotnya. Kisah Anas bin Malik mengajarkan kita bahwa memelihara jenggot tidak hanya tentang panjangnya, tetapi juga tentang kebersihan dan perawatan.


5. Kesetiaan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu dalam Memelihara Jenggot

Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu, khalifah pertama Islam setelah wafatnya Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam, adalah sosok yang setia dan patuh terhadap sunah-sunah beliau. Kesetiaan Abu Bakar dalam memelihara jenggot menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menjaga sunah-sunah Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan mereka.


Kisah-kisah di atas menggambarkan betapa pentingnya memelihara jenggot sesuai sunah Rasulullah. Melalui teladan sahabat-sahabat yang taat, kita dapat memahami bahwa memelihara jenggot bukanlah sekadar tindakan kosmetik, melainkan suatu bentuk ketaatan dan pengabdian kepada Allah SWT. Mari kita ambil hikmah dari kisah-kisah ini dan upayakan untuk menghidupkan sunah Rasulullah Sallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam kehidupan sehari-hari kita.


Yuk Share ya supaya Amal Jariyahnya mengalir dikamu juga ya. Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @soratemplates

IKLAN